06 Desember 2007
Jakarta
Indonesia Butuh Tax Holiday
Persaingan untuk menarik investasi antarnegara ASEAN makin ketat sehingga Indonesia harus membenahi ketertinggalan untuk menarik
investasi asing itu.
"Kita memasuki era kompetisi ketat, sekarang kita mesti bersaing dengan negara-negara ASEAN untuk menjadi basis produksi," kata Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Lutfi di Jakarta, Rabu.
Menurut Lutfi, Indonesia sebenarnya memiliki lokasi yang menarik untuk investasi. Di samping itu, Indonesia memiliki sumber daya energi,
komoditas primer, dan pasar yang sangat besar.
"Sekarang kita tertinggal antara lain karena memburuknya iklim investasi. Ini sedang diperbaiki, mudah-mudahan ada perbaikan signifikan,"
katanya. Perubahan mindset pemerintah dalam penanganan investasi, menurut Lutfi, merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan insentif
bagi masuknya investasi.
Menurut Lutfi, pemberlakuan PP Nomor 1 tahun 2007 tentang fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki
iklim investasi guna menarik investasi.
Yang diperlukan Indonesia, menurut dia, sebenarnya bukan hanya pengurangan PPh karena di Malaysia dan Singapura juga ada tax holiday
(pembebasan pajak).
"Kalau Anda dengar bahwa pabrik Panasonic di Tangerang tutup, itu karena kita kurang kompetitif. Sekarang mereka pergi ke China dan
Malaysia. Setelah kami selidiki, ternyata mereka pindah ke sana karena mendapat insentif lebih menarik," katanya.
Ia mencontohkan, di Malaysia, investor dimasukkan ke dalam Malaysian Super Coridor Company dan diberi fasilitas tax holiday selama delapan
tahun.
Sumber : Suara Karya
Kembali.....
|