BERITA

14 Mei 2008
Jakarta
Menkeu Tak Koreksi Target Penerimaan Pajak
Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi dikoreksi dari 6,4 persen menjadi 6 persen, pemerintah tidak menurunkan target penerimaan pajak.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak memang akan terpengaruh perlambatan ekonomi. Namun target pajak diharapkan bisa dipertahankan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

"(Penerimaan pajak, Red) kalau diturunkan tidak. Malah justru naik, harus," kata Sri Mulyani di kantornya kemarin (13/5). Dalam APBN Perubahan (APBNP) 2008, penerimaan perpajakan ditargetkan Rp 609,2 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan mengatakan pemerintah tetap mengantisipasi perlambatan ekonomi. "Kita tetap antisipasi. Makanya APBN kita longgarkan, dan akselerasi investasi dipercepat, proyek 10.000 MW dipercepat, program pembiayaannya kita amankan," kata Anggito.

Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi mengatakan penerimaan bea masuk dan cukai juga tak akan terganggu perlambatan ekonomi. "Insya Allah bisa. Kita doakan saja. Ada law enforcement," kata Anwar.

Dia mengatakan penerimaan bea masuk selama Januari-April sudah mencapai Rp 6,3 triliun, atau 40,23 persen dari target di APBNP 2008 sebesar Rp 15,8 triliun. "Kalau empat bulan, harusnya 33,3 persen. Tapi kita sudah capai 40 persen," kata Anwar.

Realisasi penerimaan cukai juga cukup bagus. Yakni sudah mencapai Rp 16 triliun, atau 35,4 persen dari target di APBNP Rp 45,7 triliun. Sedangkan pungutan ekspor mencapai Rp 4,5 triliun, atau 40,7 persen dari target Rp 11,1 triliun.

Sumber : Jawapos.com


Kembali.....